BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi Satelit Guna Percepat Pemantauan Bencana
By Admin

BRIN
nusakini.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berupaya memperkuat ekosistem jaringan stasiun bumi secara nasional guna mengoptimalkan pemantauan bencana. Langkah strategis terkait mitigasi tersebut disampaikan secara resmi melalui siaran pers lembaga pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Ketersediaan infrastruktur penerimaan data satelit dinilai sangat krusial dalam menyediakan layanan penginderaan jauh bagi masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Hidayat Gunawan selaku Perekayasa Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Satelit BRIN.
"Pengembangan ekosistem jaringan stasiun bumi nasional perlu dipandang tidak hanya sebagai penguatan infrastruktur penerimaan data satelit. Tetapi juga sebagai upaya membangun layanan yang mampu menjawab kebutuhan pengguna," tutur Hidayat.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap informasi satelit akan sangat membantu proses identifikasi wilayah yang terkena dampak insiden kebencanaan. Data yang akurat ini nantinya berfungsi sebagai landasan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan penanggulangan darurat.
Sistem penerimaan langsung pada stasiun bumi memungkinkan data satelit diunduh secara waktu nyata. Kecepatan transmisi informasi dari luar angkasa tersebut membuat proses deteksi dini di lapangan menjadi jauh lebih efektif.
Informasi mutakhir dari satelit ini sering dimanfaatkan untuk memantau titik panas sebagai indikator awal kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, teknologi yang sama turut digunakan dalam pemetaan visual pada area terdampak banjir hingga letusan gunung berapi.
"Data hotspot dari penerimaan langsung memungkinkan kita memantau potensi kebakaran hutan dan lahan secara cepat setelah satelit melintas. Jaringan stasiun bumi yang tersebar membuat cakupan pemantauan lebih luas dan berkesinambungan," papar Hidayat.
Upaya penguatan jaringan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Robertus Heru Trihartjanto. Pihaknya menitikberatkan pentingnya riset keantariksaan untuk memenuhi berbagai keperluan strategis negara di bidang kebencanaan.
"Penguatan ekosistem keantariksaan nasional perlu dilakukan secara terintegrasi. Mulai dari pengembangan teknologi, penyediaan infrastruktur, pengelolaan data, hingga pemanfaatannya oleh berbagai sektor," jelas Heru.
Heru turut mengingatkan bahwa keberhasilan program teknologi satelit nasional membutuhkan kolaborasi lintas sektoral yang solid. Sinergi ini idealnya melibatkan kerja sama harmonis antara unsur pemerintah, kalangan akademisi, lembaga penelitian, hingga pihak industri. (*)